Pendeta Musa Sikombong : Orang Toraja Utara dan Tana Toraja Ingin Merasakan Kasih Sayang Danny Pomanto !!!

  • Share

SUARAGMBI, TATOR- Salah satu Tokoh Masyarakat Tana Toraja menginginkan Politisi Moh Ramdhan “Danny” Pomanto untuk maju lagi. Hal ini dikatakanP endeta TanaToraja, Musa Sikombong pada kegiatan silaturahmi pada hari Minggu tanggal 17 Oktober 2021.

“Orang Toraja Utara dan Tana Toraja ingin merasakan kasih sayang Bapak Danny Pomanto. Sebab dia tidak bisa dipisahkan dengan orang Toraja seperti yang ada di Kota Makassar,”jelasnya.

Anak Lorong’na Makassar ini diketahui tak menempatkan seorang politisi, jika bertemu masyarakat. Tetapi bagian yang tak terpisahkan khususnya dengan warga Gereja Toraja.

“Itu dinyatakan kehadiran dalam acara seperti, saat ini keluarga kami di Tana Toraja bersyukur dihadiri oleh Bapak Wali Kota Makassar (Moh Ramdhan Pomanto,red). Dalam pemerintahannya bersama Ibu Fatmawati (Wakil Walikota, red), saya lihat sangat baik memimpin Kota Makassar,”papar Musa Sikombong.

“Belum ada satu pemimpin saya lihat seperti itu. Kami tak meragukan bapak Danny Pomanto,”tambahnya.

Ia pun menganjurkan para Tokoh Masyarakat Tana Toraja dapat mendukung segala program-programnya.

“Perlu kita pertahankan, kalau perlu nyawa dipertaruhkan. Kami berharap pada tahun 2024 tidak lama lagi, saya memohon untuk juga bisa memimpin Tana Toraja. Tidak mungkin menjadi bupati. Tapi memimpin orang Toraja. Kami akan mengawalnya,”tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Makasar, Moh Ramdhan”Danny”Pomanto merasa rindu untuk bertemu Tokoh dan masyarakat Toraja. Olehnya itu, ia menghadiri undangan mereka langsung bergegas berangkat.

“Tentunya kita rindukan dalam 5 tahun lalu, saya datang bersilaturahmi di Tana Toraja. Kita bersyukur bisa berkumpul kembali dengan status saya menjadi Wali Kota Makassar.
Tentunya tidak lepas dukungan oleh tokoh masyarakat Toraja yang membuat semua menjadi menarik diceritakan,”jelas Danny Pomanto.

Sehingga, lanjutnya, perjuangan tak sampai disitu saja. Tapi bagaimana membangun Kota Makassar dan Tana Toraja menjadi bagian perjuangan.

“Walau pun saya baru pulang dari luar kota. Tapi kalau ada undangan Pendeta Musa, saya tidak bisa menawar lagi. Karena orangtuaku ada di Tana Toraja. Saya sangat bahagia sekali datang lagi,”ungkapnya.(*)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.