LSM GMBI Mengapresiasi Unras AMM, Ini Reaksi Pihak BBWS Pompengan

  • Share

SUARA GMBI | MAKASSAR, SULSEL – Sebelumnya diketahui bersama bahwa, puluhan pemuda yang tergabung dalam Aktivis Mahasiswa Makassar (AMM), menggelar aksi unjukrasa didepan Kantor Balai Besar Pompengan Je’neberang, yang berada di Jalan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, pada Jum’at (03/12/2021) siang.

Aksi unjuk rasa dari Aktivis Mahasiswa Makassar (AMM) terkait dengan program P3A yang anggarannya bersumber dari pemerintah pusat yang di peruntukkan khusus pada kegiatan jaringan irigasi desa yang di suarakan atas dugaan adanya kebocoran anggaran yang disinyalir adanya komitmen fee yang terbangun antara pihak pelaksana dengan oknum-oknum dari pengguna anggaran di Balai Besar Pompengan Jeneberang.

“Aksi tersebut didasari atas terkait adanya dugaan tindak pidana kebocoran atas pengelolaan anggaran dana aspirasi irigasi Desa yang diduga kuat melibatkan pihak Balai Besar Pompengan Je’neberang.”

Rafik menjelaskan, dugaan atas kasus tersebut diperoleh melalui hasil investigasi, informasi dan beberapa sumber yang dapat dipercaya terkait dengan pengelolaan anggaran aspirasi irigasi Desa pada setiap paket di PPK.

Temuan pada beberapa item kegiatan yang ada di daerah Luwu dan sekitarnya, tepatnya dalam penanganan PPK OP3 dan PPK OPV dalam konsep pelaksanaan di lapangan, kami menemukan kejanggalan yang sangat meyakinkan bahwa PPK hampir tidak melihat dan mengunjungi lokasi atas program paket pekerjaan tersebut. Bahkan PPK dan SATKER kuat dugaan menerima Fee atas kegiatan program tersebut, Pungkas Rafik Selaku Jendral Lapangan AMM.

Ditempat terpisah, Pimpinan Wilayah LSM GMBI Drs. Sadikin memberikan tanggapan tentang hal tersebut sebagai salah satu lembaga Independen dalan pengawalan dan pengawasan penggunaan anggaran Negara sebagai Lembaga sosial kontrol dan monitoring, sangat mengapresiasi atas perjuangan teman-teman dari Aktivis Mahasiswa Makassar (AMM) demi terciptanya transparansi dalam penggunaan uang Negara dan bisa bermanfaat secara maksimal terhadap masyarakat khususnya pada masyarakat petani pengguna air, Senin (06/11/2021).

 

Lanjut Sadikin mengatakan bahwa beberapa bulan sebelum Anggaran P3A turun LSM GMBI bersurat kepada Kepala Balai Pompengan Jeneberang untuk meminta Audiance Alhamdulillah diterima dan di sambut baik oleh KABALAI dalam dialog audiance tersebut salah satu pokok utama yang sempat menjadi pembahasan tentang program P3A yang sempat KABALAI menitipkan pesan kepada kami untuk di bantu mengawal program tersebut karena rentan dan berpotensi di manfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan mengangkat nama dan eletabilitas dirinya atas kepentingan pribadinya yg seolah-olah dirinya yang perjuangkan kegiatan tersebut yang sebenarnya murni program pemerintah pusat yang sumber anggarannya juga dari pusat yang peruntukan untuk Masyarat petani pengguna air.

Selain itu, Kepala Balai Pompengan Jeneberang Adenan Rasyid, ST. M.M, menanggapi hal tersebut, Pihak menjelaskan bahwa penyaluran dana anggaran dan program P3A tersebut mengacu pada juknis pelaksanaannya, disalurkan langsung ke rekening masing-masing kelompok petani tersebut, jadi sangat kecil kemungkinan akan terjadi kebocoran penyalahgunaan anggaran tersebut.

“Saya berkomitmen akan menindak tegas jika ada anggota dari pihak Pompengan yang coba coba berperan dan terlibat langsung di dalamnya dengan sengaja untuk mengambil keuntungan di dalamnya,” Tegas Rasyid.

Sadikin menambahkan jika sekiranya betul apa yang disuarakan oleh teman-teman dari AMM maka kami menyimpulkan bahwa ada oknum yang mencoba memainkan peran di dalam kegiatan program P3A tersebut, Tutupnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.