SUARA GMBI | KABUPATEN KONAWE – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang membangun Bendungan Ameroro di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Sebagai daerah penyangga Kota Kendari yakni Ibu Kota Sulawesi Tenggara, Kabupaten Konawe diperkirakan bakal terus berkembang.
Mengingat Bendungan Ameroro memiliki kapasitas tampung 54,53 juta meter kubik dengan luas genangan 244,06 hektar serta diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan air baku sebesar 511 liter per detik.
Dengan cara mengelola aliran air Sungai Lasolo Konaweha yang selanjutnya ditampung Bendungan Ameroro.
Selain itu, bendungan ini berpotensi sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 1,3 megawatt dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 8,2 megawatt, serta destinasi wisata baru di Kabupaten Konawe.
Bendungan Ameroro didesain dengan tipe urugan yang memiliki tinggi puncak mencapai 82 meter, panjang bendungan 324 meter, dan lebar 12 meter.
Pengerjaannya mulai dilakukan pada 2020 dengan biaya APBN sebesar Rp 1,6 triliun. Saat ini progres konstruksinya mencapai 26,82 persen dengan target selesai 2023.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam kunjungan kerja beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa Bendungan Ameroro merupakan salah satu dari tiga bendungan yang disiapkan di Sulawesi Tenggara.
Fungsinya untuk mengurangi risiko banjir dan menambah suplai air irigasi di provinsi tersebut.
Lalu, disusul rencana pembangunan Bendungan Pelosika yang kini masih dalam tahap persiapan (review design).