Pemerintah Kecamatan Tallo Mendamaikan Dua Kubu Di Jl. Tinumbu Kota Makassar

  • Share

SUARAGMBI.CO.ID|MAKASSAR -Aksi perang kelompok yang kerap terjadi di Jl Tinumbu yang melibatkan dua kubu yakni kelompok warga Lorong 142 dan Lorong 148 Kelurahan Bunga Ejaya Beru, Kecamatan Tallo akhirnya sepakat melakukan perdamaian di jalan Tinumbu Kecamatan Tallo, Kota Makassar, pada jumat sore (14/1/2022)

Sebelumnya kedua kelompok ini sudah acap kali terlibat saling serang dengan menggunakan busur panah, batu, hingga berbagai  jenis senjata tajam lainnya.

Perdamaian ini berkat pendekatan persuasif yang dilakukan oleh aparat pemerintah Kecamatan Tallo bersama-sama dengan pihak kepolisian dari Polsek Tallo.

Dua kelompok warga yang sering terlibat tawuran ini dihadirkan dan kemudian melakukan penandatanganan kesepakatan damai dihadapan aparat pemerintah Kecamatan Tallo bersama Pihak kepolisian dari Polsek Tallo serta disaksikan oleh masyarakat tokoh masyarakat sekitar.

Camat Tallo, Alamsyah Sahabuddin yang ditemui oleh awak media dilokasi perdamaian menyampaikan bahwa jika masih didapati aksi tawuran, maka pihaknya bersama aparat kepolisian akan melakukan tindakan tegas

“Jadi mereka bukan hanya berjanji kepada kita (pemerintah dan petugas keamanan) tapi di hadapan masyarakat,”

“Jika masih beraksi, tentu kita akan bertindak. Intinya semua kita ini bertanggung jawab dalam mengontrol kenyamaan, keamanan wilayah Bunga Ejaya Beru,” ucap Alamsyah.

Hal yang sama diungkapkan Kapolsek Tallo, Kompol Badollahi.

Menurutnya sudah selayaknya ke dua kelompok yang sering bertikai didamaikan oleh pemerintah bersama pihak kepolisian.

Tujuannya agar tidak meluas dan dapat memicu adanya korban luka ataupun jiwa.

“Saya bilang kamu ini bertetangga satu kelurahan tidak seharusnya sebagai keluarga rukun tetangga namanya RT, pengertian rukun kan damai, bertetangga yah bertetanggalah dengan damai akhirnya bisa begitu,” ucap Badollahi.

Lebih lanjut, Badollahi menjelaskan, awal mula pertikaian antara kedua kelompok ini dipicu karena adanya pemuda Lorong 148 yang meninggal dunia yang diduga akibat penganiayaan dan
Menuding bahwa pelakunya adalah kelompok warga Lorong 142.

“Karena adanya seseorang yang meninggal itu atas nama Vito Dermawan anak Jalan Tinumbu Lorong 148 itulah yang mengakibatkan terjadinya tawuran di situ,” ungkap Badollahi.

“Itulah yang kita pertemukan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ibu-ibunya kita hadirkan , RT/RW nya, Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas. untuk menyaksikan penandatangan perdamaian,” sambungnya.

Setelah penandatanganan kesepakatan damai itu berlangsung, kedua kelompok warga pun saling berjabat tangan dan bahkan berpelukan.(*)

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.