Aksi Unras DPD Garda Nusantara Sulsel, Soroti BPNT Dinas Provinsi Sulawesi Selatan

  • Share

SUARA GMBI | MAKASSAR – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Pelajar Mahasiswa (DPC GEMA) Garda Nusantara Sulawesi Selatan menggeruduk kantor Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka menyoroti program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kamis 10 Februari 2022. Jl. A. P. Pettarani No.59, Bua Kana, Kec. Rappocini, Kota Makassar

Ketua Umum DPD GEMA Garda Nusantara Sulawesi Selatan Ansar Makkasau mengatakan aksi unjuk rasa yang dilakukan ini merupakan adanya indikasi penyimpangan pada penyaluran program BPNT di beberapa daerah Sulawesi Selatan.

Ansar Makkasau menduga Sampai saat ini belum ada titik terang dalam proses penanganannya dalam hal ini mengungkap siapa aktor dalam dugaan perkara penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Pedemo meminta Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengusut dan mengevaluasi pejabat yang berwenang.

Menurutnya, kasus tersebut telah ditangani oleh Polda Sulawesi Selatan dan sudah masuk dalam tahap penyelidikan, serta telah memeriksa sejumlah saksi.

Namun sampai saat ini sangat di sayangkan pihak Polda Sulawesi Selatan terkesan lamban menangani perkara dugaan penyimpangan Bansos BPNT, sehingga hal tersebut menjadi perhatian khusus Gema Garda Nusantara Sulawesi Selatan untuk memberikan atensi serta dukungan dalam pengungkapan perkara tersebut,” ujar Ansar Makasau

“kami mendesak kepala dinas untuk tetap turun monitoring persoalan BPNT di 24 Kabupaten karena ada beberapa kabupaten yang dianggap tidak layak.” Tegas Ansar.

Rais Al-Jihad Ketua Gema Nusantara DPC Kabupaten Jeneponto mengatakan dibutuhkan kecerdasan dan keberanian untuk mendobrak dan merobohkan pilar-pilar korupsi yang menjadi penghambat lambatnya pembangunan perekonomian paripurna di Indonesia.

Olehnya itu, Kata Rais. Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan memiliki peran penting dalam pengawasan program bantuan pangan Non tunai (BPNT)

“penerima bantuan ada yang menerima beras yang sudah berwarna kuning. Lalu, kami menyampaikan fakta di lapangan bahwa banyak masyarakat penerima BPNT dan juga ada pemotongan,” tuturnya

Mereka diterima oleh Kabid Rohsos, Gema Garda Nusantara itu diarahkan masuk ke ruangan untuk dengar pendapat.

Sementara Pihak Dinsos Provinsi Sulawesi Selatan berjanji akan

menyampaikan informasi ini kepada kepala Dinas Sosial

“ya, kami akan memberikan informasi ini kepada Pak Kadis terkait informasi yang dihimpun oleh Gema Garda Nusantara Sulawesi Selatan.” tutur Ibu Kabid Rohsos.

Pedemo kemudian membubarkan diri setelah diterima oleh pihak Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, Pedemo membubarkan diri secara tertib.

Laporan : Tim

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.