Walikota Danny Pomanto Puas Terhadap Kinerja PDAM kota Makassar

  • Share

SUARAGMBI, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengaku puas terhadap kinerja yang ditunjukkan Perumda Air Minum (PDAM) dan PD Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Hal ini setelah Danny mengamati kurang lebih tiga bulan, dan disimpulkan hanya dua BUMD yang memperlihatkan kinerja maksimal.

Namun, selain dua BUMD tersebut, Danny menganggap Perusda lain belum menunjukkan progresnya.

“Yang baru kelihatan kesehatannya itu baru PDAM dan RPH, padahal RPH baru-baru sudah dibekukan tetapi berjalan ji,” ujar Danny saat dikonfirmasi, Senin (7/3/2022).

Seperti halnya dikatakan Danny, PD RPH Makassar yang masih membutuhkan peraturan walikota (perwali) untuk memperjelas alas hukumnya tetap berjalan.

“Hebatnya lagi RPH bisa berjalan tanpa ada uang, apalagi sudah memproduksi daging berkualitas , bagus sekali itu,” ungkap Danny.

Danny pun berjanji bakal terus membenahi PD RPH karena dianggap telah melakukan kinerja dengan baik, olehnya seluruh alas hukumnya akan dirampungkan secepatnya.

Beda halnya PD Parkir dan PD Pasar yang menjadi sorotan Danny Pomanto, karena dianggap belum terlalu memuaskan dalam hal kinerja selama tiga bulan ini.

“Progres kinerja juga belum terlihat, saya juga tidak tau kendalanya, sehingga perlu turun tangan ini,” ungkapnya.

Menurut Danny dirinya sudah jauh sebelumnya telah menyampaikan kepada dua Perusahaan milik Pemkot Makassar itu untuk menggunakan tenaga ahli di bidang itu.

“Kan ada uang disitu, pakai saja orang-orang ahli dari luar. Kalau kau tdk bisa susun semuanya pake oran yang bisa susun strategi, karena saya kasi kewenangan untuk bekerja maksimal, aplagi dua perusda ini kan ada uangnya,” ucapnya.

Danny juga menyebut bahwa selama ini dirinya tidak pernah menentukan apalagi mengintervensi untuk memakai orang-orang yang dianggap ahli karena tanggung jawab masing-masing perusda.

“Kalau dilihat baru PDAM dan RPH sudah ada tandanya kalau ada progres dan penerimaan meningkat jadi gampang kelihatan juga transparan,” ujarnya.

Olehnya Danny mengaku bakal mengevaluasi kinerja penjabat Direksi PD Pasar dan PD Parkir ketika memasuki masa 6 bulan bekerja.

“Inikan berjalan tiga bulan mi tidak baik kalau kita nilai sekarang, kan baru stengah perjalanan,” tandasnya.

Sementara, Pejabat Direksi PD RPH Kota Makassar Ahmad Susanto mengakui masih banyak kendala yang harus dihadapi salah satunya yakni Perwali terkait pengolahan daging berkualitas.

Selama ini, lanjut Ahmad dalam peraturan daerah (Perda) diatur bahwa RPH hanya bisa mengelola pemotongan hewan, sementara hal itu akan di serahkan ke Dinas Peternakan dan Pertanian (DP2).

“Pemotongan hewan kita mau serahkan ke DP2, sementara kita di RPH mau fokus ke bisnis plan di bidang daging, sehingga kita memerlukan alas hukum (perwali) untuk itu,” tutur Ahmad.

Olehnya, Ahmad mengaku RPH nantinya hanya akan fokus pada lalulintas daging sampai ke pengelolaan produk yang berbahan dasar daging, seperti abon.

“Nah untuk sampai kesitu kan pasti kita butuh aspek hukum, begitu ada langsung kita tancap gas,” ungkapnya.

Selama ini, lanjut Ahmad PD RPH Makassar sudah menjalin kerjasama dengan beberapa pihak perusahaan yang siap jadi mitra hasil produksi.

“Sekarang tinggal kita tunggu perwali baru kita jalan lagi,” pungkasnya.(*)

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.