Wali Kota Makassar Akan Ubah Jalur Lalu Lintas Jalanan Kawasan Anjungan Losari

  • Share

SUARA GMBI | MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto bakal mengubah arah lalu lintas di kawasan Anjungan Losari tepatnya di Jalan Penghibur, Makassar, Sulawesi Selatan. Skema jalur yang saat ini direncanakan akan diubah dari arah sebaliknya. “Kami akan segera mengembalikan seperti konsep yang pernah diuji coba,” tegas Danny, Rabu (1/6/2022).

Saat ini arus lalu lintas di Jalan Penghibur dari arah selatan ke utara dengan skema satu arah. Makanya Danny akan dikembalikan dengan arah sebaliknya sesuai yang diterapkan pada 2018 di awal periode kepemerintahannya.”Berbalik (jalur lalu lintas dari yang sekarang),” sebut dia.

Dia mengaku skema lalu lintas dari utara ke selatan di Jalan Penghibur sudah pernah diterapkan sebelumnya dan diklaim sukses mengurai kemacetan. Hanya saja belakangan Danny menyebut mantan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) mengubah arah jalurnya dengan yang diterapkan sekarang.

“Nah, terus kan gubernur NA kemarin, dia ubah lagi kembali yang seperti sekarang. Ini kan macet semua lagi. Nah, makanya kami akan segera mengembalikan seperti konsep yang pernah diuji coba,” urai dia.

Perubahan rekayasa lalu lintas di Jalan Penghibur sedang dalam kajian. Pihaknya menggandeng sejumlah tim ahli untuk penerapan arah jalur yang baru lebih detail. “Kita diskusikan dengan berbagai pihak yang terkait,” ucap Danny.

Namun dia menegaskan perubahan rekayasa lalu lintas tujuannya untuk mengatasi penumpukan kendaraan. Rekayasa lalu lintas yang diklaimnya sudah diujicobakan akan disempurnakan.

“Gambarannya itu adalah pemecah kemacetan, dia lebih lancar dari pada yang sekarang, karena sudah pernah kita coba,” sebutnya.

Danny menambahkan ruas jalan di sekitar kawasan Anjungan Losari pun akan dievaluasi. Namun saat ini masih akan fokus dengan perubahan rekayasa lalu lintas di Jalan Penghibur.

“Jadi itu dievaluasi, (Jalan) Lamadukelleng, ada juga dievaluasi, seperti kemarin. Ini kan berliuk-liuk, ekor ketemu kepala, jadi macet,” jelas Danny.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Iman Hud menyampaikan perubahan rekayasa lalu lintas ini mempertimbangkan semakin maraknya pusat kegiatan dan ekonomi di Jalan Penghibur. Jumlah kendaraan pun semakin meningkat dan rawan menimbulkan macet.

“Inikan melihat situasi kondisi yang terjadi, pusat kegiatan di Pantai Losari, Benteng Rotterdam, CPI itukan hampir malam minggu dan minggu dampak kemacetan luar biasa,” sebut Iman.

Dia menuturkan sejak tahun 2018 Pemkot Makassar sebelumnya sudah melakukan kajian rekayasa lalu lintas di ruas jalan itu. Skema manajemen arus lalu lintas saat itu diklaim berhasil mengatasi macet.

“2018 kajiannya ada beberapa titik kemacetan, kemudian dilakukan penrubahan arus lalu lintas ternyata kemacetannya bisa diatasi,” paparnya.

Kendati begitu saat ini situasi sudah berubah. Rekayasa lalu lintas hasil kajian sebelumnya akan kembali dimatangkan bersama para tim ahli dengan mempertimbangkan perkembangan pusat kegiatan di Jalan Penghibur.

“Sekarang kan 2022, tentu kita hitung jumlah kendaraan dan titik simpul kerumunan. Apalagi semenjak pandemi sampai sekarang pertumbuhan usaha (di Jalan Penghibur) bertambah. Makanya ini perlu dihitung semua,” pungkasnya.(**)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.