Aksi Unjuk Rasa Hipermata Di Kecam LSM GMBI Distrik Kab Takalar

  • Share

SUARAGMBI.CO.ID | TAKALAR Aksi unjuk rasa Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (Hipermata) yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut mendapat sorotan dari berbagai eleman masyarakat di Kabupaten Takalar. Di berbagai tempat baik warung kopi (warkop) maupun di berbagai group sosial media seperti di grup WhatsApp dan facebook ramai diperbincangkan “apakah kebijakan untuk memakai asrama Hipermata itu mutlak kebijakan dari Sekretaris Daerah (sekda) ataukah pejabat di atasnya?” Cuit salah seorang netizen di media sosial.

Kordinator Divisi Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kabupaten Takalar, Alamsyah Rustam, S.H, (Bonny) angkat bicara terkait adanya isu yang mengkambing hitamkan Sekda Takalar terhadap masalah ini.

Saya sangat menyayangkan sekaligus mengecam oknum-oknum pembuat isu liar yang seolah-olah menyalahkan Sekda Takalar yang tidak mau memberikan izin pemakaian asrama Hipermata, jangan seenak hati menyalahkan orang lain” pungkas Alamsyah Rustam di Takalar pada rabu (6/7/2022)

Bonny sapaan akrabnya menuturkan bahwa bahwa kenapa di setiap persoalan selalu di giring ke Bapak Sekda.

Harus dipahami bahwa ini satu kesatuan pemerintah daerah dan bukan sekda pemegang kunci kebijakan, akan tetapi ada atasannya yaitu Bapak Bupati,” lanjut Koordinator Divisi Investigasi GMBI Distrik Kab. Takalar ini.

Mari kita berfikir dengan akal sehat bahwa apa yang menjadi tuntutan adik adik mahasiswa itu pasti akan di akomodir oleh sekda, akan tetapi persoalan ini kan untuk kebaikan adek-adek pelajar dan mahasiswa sendiri maka akan diteruskan dulu ke pejabat diatas beliau” lanjutnya

Terpisah Sekda Takalar H.Muh.Hasbi saat di temui awak media menyampaikan bahwa persoalan ini sudah dijawab melalui asisten satu Andi Rijal Mustamin, tetapi karena dalam Hipermata sendiri terdapat dualisme kepengurusan maka sementara masih menunggu dua kubu bersepakat.

Pemda sudah menyelesaikan rehab asrama empat, sebagai bentuk perhatian kita kepada adik-adik mahasiswa” tegas Pak Sekda

Lebih lanjut H.Hasbi menuturkan bahwa sebagai mahasiswa harusnya berfikir jernih dan duduk bersama, bermusyawarah untuk mencari kata mufakat tentang pengaturan mahasiswa Takalar yang layak menempati asrama itu terutama yang kampusnya dekat dari asrama tersebut.

Selesaikanlah internal kalian dulu, kami menunggu kesepakatan itu, kalau juga masih tidak mengerti dan tidak ada kesepakatan, maka langkah terakhir Pemda akan menugaskan kesbangpol melakukan kajian verifikasi kelembagaan Hipermata, setelah itu baru Pemda bisa menentukan kepengurusan yang sah” terang Bapak Sekdakab Takalar ini.

Saya menegaskan bahwa, terkait tuntutan adik adik mahasiswa Hipermata kami sudah melakukan upaya yang sangat maksimal untuk sarana asramanya” lanjutnya

Untuk diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, organisasi mahasiswa asal Takalar mengalami perpecahan yang menghasilkan dua kubu. Mereka dikenal dengan Kubu Baji Ateka dan Kubu Bontomene.

Untuk itu banyak elemen masyarakat yang menyayangkan aksi ini karena permasalahan utamanya ada dalam tubuh organisasi mahasiswa Takalar itu sendiri, dan bukan terletak pada pemerintah daerah, jadi sebagai kaum terdidik dan terpelajar maka sudah sepantasnya mereka mampu menyelesaikan persoalan internal organisasinya.(**)
(Kontributor by Rahim Sua)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.