Kemenkumham Sultra Gelar Green Opening Mobile Intelektual Property Clinic Provinsi Sulawesi Tenggara

  • Share

SUARA GMBI | Kendari – Klinik Kekayaan Intelektual Bergerak Provinsi Sulawesi Tenggara yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan Ham (Kemenhumham) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) disalah satu hotel di kota Kendari, Senin (08/08/22).

Dalam hal ini, acara tersebut itu dihadiri langsung oleh Gubernur Sultra, Wakapolda Sultra, Kajati Sultra, DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi Sultra, dan beberapa instansi pemerintah lainnya.

Gubernur Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi, SH Mengatakan, Dalam rangka menjaga warisan kebudayaan itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah memfalisitasi terbentuknya lembaga adat sebagai pelaksanaan dari Pratata Sosial Budaya berupa pembangunan Baruga (rumah adat), pelestarian peninggalan sejarah purbakala, pemeliharaan bangunan bersejarah, seperti : makam para raja-raja, dan benteng yang terdapat di beberapa daerah, serta pelatihan Tolea dan Pabitara.

Lanjut Ali Mazi, dengan dukungan yang ada, kita harapkan akan muncul karya-karya inovatif yang dapat diberikan Perlindungan Kekayaan Intelektual, sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan kebudayaan dan peradaban bangsa kita tercinta.

“Akhirnya, sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI, atas sertifikat yang diberikan kepada kami. Semoga ini menjadi pemacu semangat untuk menghasilkan karya-karya intelektual selanjutnya,” ungkap Gubernur Ali Mazi.

Kepala wilayah Kemenkumham Sultra Silvester Sili Laba Mengatakan, Mobile Intellectual Property Clinic atau Klinik Kekayaan Intelektual Bergerak merupakan program untuk menginisiasi terwujudnya layanan-layanan Kekayaan Intelektual oleh para stakeholder Kekayaan Intelektual di wilayah yang berkaitan erat dengan Kantor Wilayah. Melalui kolaborasi baik dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi maupun stakeholder lainnya untuk menjangkau masyarakat banyak dalam memberikan layanan Kekayaan Intelektual, sehingga diharapkan peningkatan baik kuantitas dan juga kualitas Kekayaan Intelektual di Indonesia terlebih khusus pada Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga hari ke depan dengan dilakukan pelayanan konsultasi dan pendampingan kekayaan intelektual.

Lanjut, dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran tersebut perlu dilaksanakan upaya berupa sosialisasi Kekayaan Intelektual baik itu kepada Aparatur Pemerintah Daerah, dunia pendidikan maupun pelaku usaha. Dengan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran pentingnya perlindungan atas Kekayaan Intelektual maka akan berdampak pada peningkatan pendaftaran Kekayaan Intelektual di wilayah Sulawesi Tenggara.

“Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM meresmikan Sentra Kekayaan Intelektual di beberapa tempat dengan harapan dapat meningkatkan Pendaftaran Kekayaan Intelektual di Sulawesi Tenggara serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual. Semoga semangat Rektor UHO beserta jajaran, dapat memberikan stimulus dalam upaya perlindungan Kekayan Intelektual,” pungkas Silvester Sili Laba.

 

Laporan : hadi

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.