Semangat Mengisi Kemerdekaan Dan Beramal Ditengah Keterbatasan Fisik

  • Share

Suaragmbi.co.id | Makassar — Mungkin bagi sebagian orang ada yang berpandangan bahwa keterbatasan fisik adalah akhir dari segala-galanya, tapi anggapan tersebut tidak berlaku bagi wanita muda ini.

Namanya Fatimah, adalah sosok wanita muda pekerja keras namun tetap supel walau ditakdirkan hidup dengan keterbatasan fisik yang dialaminya (penyandang disabilitas) tidak membuatnya putus asa dan merasa minder.

Salah satu bukti semangatnya yang luar biasa adalah ketika dirinya ikut ambil peran untuk kegiatan sosial dalam rangka upaya pelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Bulukumba.

Caption; Sosok Fatimah sedang berjalan didalam air dan lumpur yang cukup dalam menuju ke titian yang sudah mulai hancur karena termakan usia untuk dapat naik keatas dan beristirahat sejenak selepas menanam bìbit mangrove bersama dengan teman satu komunitasnya.

Ditemui oleh awak media Suaragmbi.co.id di lokasi penanaman mangrove yang diselenggarakan oleh BPDASHL Jeneberang Saddang berkolaborasi dengan berbagai komunitas termasuk komunitas yang diikutinya.

Fatimah mengungkapkan bahwa dirinya selalu merasa terpanggil untuk ikut dalam setiap kegiatan baik yang sifatnya sosial kemasyarakatan maupun aksi sosial pelestarian lingkungan hidup.

Hal inilah yang mendasari dirinya bergabung dalam berbagai ikatan atau komunitas anak muda yang sekarang lebih dikenal dengan istilah generasi millenial yang fokus dalam kegiatan bakti sosial di Kabupaten Bulukumba sebagai tanah kelahirannya.

Pantauan awak media terlihat sosok Fatimah dengan keterbatasan yang dia miliki mengambil satu persatu bibit pohon mangrove yang selanjutnya akan ditanam sendiri olehnya walaupun harus bersusah payah berjalan di kedalaman air laut dan lumpur pesisir kawasan wisata Mangrove Luppung, Desa Manyampa, Kec Ujung Loe Kab Bulukumba pada Minggu pagi (14/8/2022).

Caption, fatimah dengan penuh semangat memanjat tiang titian yang terbuat dari kayu, untuk bisa kembali keatas tempat istirahat bergabung dengan teman-temannya.

Dalam keterangannya, Ima sapaan akrabnya menyampaikan bahwa dirinya selalu bersemangat setiap mengikuti kegiatan bakti sosial atau kegiatan pelestarian alam seperti yang tengah dia ikuti saat ini (aksi tanam mangrove).

“Insya Allah saya selalu siap ikut serta, saya selalu termotivasi untuk mencoba hal-hal yang baru seperti adanya kegiatan ini”, ujar Fatimah.

Selain itu Fatimah juga berharap agar anak anak muda yang ada di Bulukumba utamanya para generasi millenial yang bermukim di daerah pesisir agar lebih peduli dengan lingkungan sekitar.

“Harapan saya sekaligus mengajak warga di daerah sini utamanya anak-anak mudanya, ayo sama-sama kita jaga dan rawat ini mangrove sampai tumbuh besar, ini kan nanti untuk kelangsungan hidup kita semuaji”, Harap Ima dengan penuh semangat.

Sekedar motivasi bagi penulis dan pembaca yang masih memiliki fisik yang normal,  sosok Fatimah yang notabene adalah penyandang disabilitas mampu mempersembahkan baktinya kepada Bangsa dan Negara dengan ikut serta dalam menjaga dan bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup di Republik Indonesia tercinta ini. mengapa kita yang dianugrahi fisik yang normal dan lengkap oleh Tuhan justru tidak bisa berbuat apa-apa dan justru cenderung apatis menyaksikan berbagai kerusakan lingkungan yang ada di sekitar kita.

mereka yang memiliki kekurangan dalam bentuk fisik tidak menjadi penghalang dalam menebarkan kebaikan untuk orang banyak, sebab pada dasarnya mereka juga memiliki hak yang sama dengan mereka yang normal dalam mencari lahan ibadah (amal kebaikan), dan usaha perwujudan Bela Negara.

Caption, Fatimah yang dengan susah payah harus memanjat tiang titian dengan cekatan dan penuh semangat akhirnya sampai di atas titian untuk beristirahat.

Ini jelas sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW, bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak pernah melihat dari bentuk (fisik) seorang muslim, melainkan Allah melihat hati dan perbuatannya.

Dari Abu Hurairah RA: Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk dan harta kalian, akan tetapi Allah melihat kepada hati dan perbuatan kalian”. (Shahih Muslim juz 4 hal. 1987 no. 2564 )

Mengisi kemerdekaan dapat dikatakan sebagai usaha Bela Negara, sebab melalui usaha-usaha positif dalam mengisi kemerdekaan dapat membuat keberlangsungan Indonesia sebagai sebuah negara dapat tetap dipertahankan dan senantiasa mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ditengah kerasnya tantangan globalisasi yang justru mengikis rasa kebangsaan dan kecintaan warga negara terhadap tanah airnya.

Mereka yang memiliki keterbatasan fisik maupun keterbatasan lain juga berhak memperoleh pendidikan, pekerjaan yang layak, tentunya disesuaikan dengan segala keterbatasan dan kemampuan yang mereka miliki.

Bukankah dalam ajaran Islam Allah sudah mengingatkan kita agar memberikan perlakuan khusus kepada saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan. (fisik).

Allah berfirman dalam surat Al-Fath ayat 17 yang artinya;
Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih.” (Q.S.Al-Fath ayat 17).

Dari potongan ayat tersebut dijelaskan bahwa al-Qur’an cukup memberikan perlakuan khusus terhadap seseorang yang secara fisik terbatas, namun tetap memiliki lahan ibadah serta kontribusi aktivitas sosial yang luas yang dapat memberikan kemanfaatan terhadap komunitas dan lingkungannya.(**)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.