Ketua DPC PPP Jeneponto Khawatir Adanya Nama Ganda Dalam Keanggotaan Parpol

  • Share

Suaragmbi.co.id | Jeneponto– Menjelang pelaksanaan pesta demokrasi pileg, pilpres dan pilkada serentak, Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, H.Imam Taufiq Bohari mengkhawatirkan timbulnya nama ganda pada keanggotaan partai politik (parpol) calon peserta pemilu tahun 2024 nanti.

“Yang coba ingin saya kritisi terkait dengan kriteria atau klasifikasi ganda, karena kan tadi ada beberapa kriteria, ada ganda internal, yang disitu ada ganda karena nama dan Nis yang sama, kemudian ada ganda karena jabatannya, atau ganda karena tercatat di partai lain,” kata Imam Taufiq Bohari kepada wartawan belum lama ini.

Menurut H taufiq, nama ganda keanggotaan parpol disebut sangat rawan saat proses pendaftaran sebagai peserta pemilu berlangsung.

Imam Taufiq mengambil satu contoh yang rawan terdapat nama ganda yakni Partai Ummat. Partai besutan Amin Rais tersebut merupakan pentolan dari partai PAN.

“Maaf saya misalkan ambil sampel Partai Ummat, mohon maaf jangan tersinggung, ini adalah sempalan dari Partai PAN,” jelasnya.

Tidak tertutup kemungkinan, lanjut dia, nama yang pernah bergabung di partai PAN masih tercatat sebagai anggota, lalu kemudian ditarik untuk bergabung ke partai Ummat.

“Tidak menutup kemungkinan, saudara-saudara kami dulu yang bergabung di partai PAN lalu kemudian menarik juga, misalnya anggotanya masuk di Partai Ummat,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Jeneponto ini menyarankan KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara segera mengambil langkah strategis.

“Nah ini bagaimana misalnya nanti KPU mengundang Bawaslu sebagai penyelenggara menimalisir potensi konflik yang bisa saja akan muncul, maksud saya ketika kedua misalnya nama itu terdaftar di dalam dua partai itu,” terangnya.

Ia juga menyinggung bagaimana tekhnis penyelesaian oleh lembaga penyelenggara pemilu jika seandainya persoalan tersebut benar terjadi.

“Bagaimana model penyelesaiannya, itu harus di sampaikan dari awal, apakah karena misalnya dua nama muncul di SK-nya partai PAN lalu dibelakang muncul di SK-nya partai Ummat,” pintanya.

Atau justru, kata dia, kedua nama tersebut bakal digugurkan lantaran cacat administrasi.

“Atau keduanya gugur misalnya, ini semua titik-titik rawan, nah kalau terkait yang disinggung tadi mohon maaf,” ujarnya.

Putera daerah Kabupaten Jeneponto ini menambahkan bahwa sebagian besar pengurus partai Ummat adalah bagian dari partai PAN. Hal ini diklaim merupakan fakta.

“Saya tadi singgung partai Ummat sebagai sampel saja, bahwa misalanya sekarang kan partai Ummat ini itukan sebagian besar pengurusnya itu adalah bagian dari partai PAN, sama dengan Gelora, inikan fakta tidak usah terlalu dipermasalahkan itu, hanya sebagai sampel saja,” ucapnya.

“saya khawatirkan jangan sampai dia pernah terdaftar sebagai pengurus partai PAN, kemudian terdaftar juga sebagai partai Ummat, atau di PKS terdaftar juga,” pungkasnya. (sumber, https//sulsel.mediumindonesia.com)

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.