Puluhan Pemuda GMPG Geruduk Proyek Pembangunan RS Galesong Bertaraf Internasional

  • Share

SUARAGMBI.CO.ID | TAKALAR –Aksi unjuk rasa (unras) oleh masyarakat Galesong Utara yang mengatasnamakan diri Gerakan Masyarakat Pemuda Galesong Utara (GMPG) berlangsung di pintu masuk gerbang proyek pembangunan Rumah Sakit Galesong bertaraf internasional Desa Aeng Batu-Batu Kecamatan Galesong Utara, Takalar pada Jumat (26/8/2022).

Dalam aksinya para pemuda bergantian melakukan orasi sambil membakar ban bekas di gerbang pintu masuk lokasi proyek.

Pantauan awak media, petugas kepolisian dari Polsek Galesong Utara mengawal jalannya aksi sambil mengatur dan menertibkan arus lalu lintas yang mulai tersendat di jalan Desa Aeng Batu-Batu Kecamatan Galesong Utara, Takalar.

Caption; beberapa orang peserta aksi membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap pembangunan Rumah Sakit Galesong Bertaraf Internasional persis didepan pintu masuk gerbang lokasi proyek pada hari jumat 27/8/2022 (doc, by Rahmawati)

Terdapat empat (4) butir pernyataan sikap yang dibagikan oleh koordinator aksi kepada para pengguna jalan yang melintas di jalan yang merupakan akses utama penghubung Kota Makassar dan Kabupaten Takalar ini.

Ke empat butir pernyataan sikap tersebut adalah, Pertama, menolak pembangunan rumah sakit internasional yang diduga telah banyak merugikan masyarakat sekitar, kedua mendesak pihak pembangunan rumah sakit untuk segera menghentikan aktivitas kerjanya,

ketiga mendesak pihak rumah sakit segera menangani kerugian rumah warga yang rusak akibat dari drop hammer (palu raksasa) dan keempat menuntut agar aktivitas proyek dihentikan karena diduga tidak sesuai dengan standar operasional (SOP) yang berlaku.

Caption; beberapa orang peserta aksi menghentikan sebuah mobil box yang sedang melintas dan menggunakannya sebagai panggung orasi, kemudian dengan pengeras suara mereka meneriakkan berbagai macam tuntutannya. (Doc by Rahmawati)

Adapun peserta aksi berlanjut dengan menghentikan sebuah mobil box yang melintas dari arah Kota Makassar untuk selanjutnya dijadikan panggung orasi.

Sampai berita ini dirilis belum ada konfirmasi dari pihak manajemen pelaksana proyek terkait tuntutan para pengunjuk rasa.(*)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.