BNN RI Gelar Pencanangan Desa Tangguh-Bersinar, Untuk Indonesia Bersih Narkoba

  • Share

SUARA GMBI | SULSEL – Badan Nasional Narkotika (BNN) menggelar acara deklarasi untuk Pencanangan Desa Tangguh-Bersinar, Lorong Wisata Bersinar, Gerakan Menantu Bersinar, Serta Konseling Pra Nikah menuju Indonesia Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat di Hotel Claro, Rabu (31/08/2022).

Kegiatan Pencanangan Desa Tangguh Bersinar ini turut dihadiri langsung oleh Kepala BNN RI, Komjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose, didampingi oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana, AS., M.M., Pangdam XIV Hasanuddin Mayor Jenderal TNI Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, S.H., M.H. Ketua DPRD Provinsi Sulsel Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., dan para unsur Forkopimda Se Sulawesi selatan.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulsel mengatakan bahwa, Hal tersebut dilakukan lantaran penyalahgunaan Narkotika di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan sangat banyak, hasil pengungkapan kasus Tipidnarkoba Polda Sulsel tahun 2021 Laporan Polisi Sebanyak 1.942, barang bukti yang berhasil di amankan polisi yaitu ganja 4,1 Kg, shabu 85,21 Kg, Ekstasi 39.222 Butir, obat daftar G 43.652 Butir dan Sintesis 2,53 Kg.

“Polri bersama BNN yang didukung oleh TNI, Kementrian atau lembaga, pemerintah daerah, masyarakat serta insan pers seluruh media untuk ikut berperan aktif dalam upaya P4GN mewujudkan Indonesia bersinar (Bersih Narkoba), khusus kepada anggota Polri Polda Sulsel saya perintahkan untuk terus mendukung dan bersinergi dengan semua stakeholder dalam upaya berantas narkoba sampai ke pelosok desa”, Ucapnya.

Irjen Pol Nana Sudjana juga mengungkapkan bahwa sejak tahun 2022 berdasarkan Laporan Polisi ada sebanyak 1.435 barang bukti yang berhasil di amankan Polisi yaitu ganja 12,3 Kg, shabu 62,3 Kg, Ekstasi 3.616 Butir, obat daftar G 369.620 Butir dan Sintesis 1,2 Kg.

“Penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkotika merupakan bahaya yang harus ditangani secara dini dengan melibatkan seluruh potensi yang ada, baik oleh pemerintah, masyarakat, LSM dan pihak-pihak yang terkait kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika”, Harapnya.

Kata Kepala BNN Republik Indonesia

Kepala BNN RI, Komjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose mengatakan, Berdasarkan hasil penelitian BNN RI tahun 2021 bersama BRIN dan BPS diketahui bahwa terjadi peningkatan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba dari 1,8% pada tahun 2019 menjadi 1,95% pada tahun 2021. Peningkatan keterpaparan narkoba menurut survei tersebut terutama terjadi di daerah pedesaan pada rentang usia 15-24 tahun dan 50-60 tahun.

“BNN RI dengan pendekatan soft power melakukan beberapa langkah strategis guna mengatasi permasalahan tersebut. Langkah soft power BNN salah satunya dilakukan pada bidang pencegahan dengan memperkuat ketahanan desa terhadap ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba melalui pencanangan Desa – Kelurahan Tangguh Bersinar di Sulawesi Selatan”, Ucapnya Rabu (31/08/2022).

Pencanangan desa tangguh bersinar ini merupakan wujud konkret Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan atas sinergi dan kolaborasi dalam implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2020.

“Yang kita lakukan ini atas dukungan Polda dan Kodam bersama-sama dengan Pemerintah Daerah. Kerja sama ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang mana seluruh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah diminta turut berkontribusi dalam upaya P4GN tersebut”, Ungkapnya.

Komjen Pol Dr Petrus Reinhard menambahkan bahwa program tersebut merupakan hasil kerja sama antara BNN, khususnya BNN Provinsi Sulawesi Selatan dengan Pemerintah Daerah baik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan maupun Pemerintah Kota Makassar, Polda Sulawesi Selatan, dan para pemangku kepentingan lainnya di wilayah tersebut.

“Kita akan tunjukkan kepada dunia kita serius perang melawan narkoba, terima kasih kepada sulsel, khususnya Kapolda Sulsel teman akrab saya, terima kasih atas terobosan-terobosan yang ada di Sulsel, saya sangat mengapresiasi” ucap Kepala BNN RI Dr. Petrus Reinhard Golose.

Kata Pengurus Jurnalis Milenial Bersatu Indonesia (JMBI) 

Para Pengurus JMBI yang turut diundang hadir dalam acara tersebut Hadiri Merespon dengan sangat baik atas pencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang dampaknya buruk bagi kesehatan serta dapat menghancurkan masa depan generasi muda.

“Kita hadir di sini dalam rangka Pencanangan Sulawesi Selatan Tangguh Bersinar, yang meliputi Desa, Kelurahan tangguh bersinar dan Lorong Wisata bersinar, menantu bersinar, konseling pranikah menuju Sulawesi Selatan pulih lebih cepat bangkit lebih kuat” Kata Fredrich Kuen selaku Ketua Umum JMBI.

Para pengurus JMBI juga mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada Kepala BNN RI beserta jajarannya dalam rangka Pencanangan Sulawesi Selatan Tangguh Bersinar, Serta apresiasi atas kehadiran Forkopimda serta instansi terkait yang bersinergi dengan Polda Sulsel guna melakukan pencegahan dan memberantas penyalahgunaan narkoba

“Semoga dengan kehadiran Kepala BNN RI, memberikan semangat baru untuk melakukan pencegahan dan peredaran gelap narkoba di Sulsel”, kata ketum JMBI.

Fredrich Kuen mengatakan, pihaknya menyambut positif upaya BNN dan pemerintah dalam menyelematkan generasi bangsa melalui Sulawesi Selatan Tangguh Bersinar (bersih narkoba) antara lain melalui gerakan cari mantu bersih narkoba, kampung dan lorong bersih narkoba serta lainnya

“Hal itu penting agar generasi calon pemimpin bangsa ke depan selain sehat fisik (jasmani) juga sehat secara rohani. Selain upaya pencegahan yang tidak kalah penting upaya penanganan serta rehabilitasi, agar anak-anak kita yang terlanjur terpapar narkoba bisa pulih secara paripurna. Sebab generasi muda itu adalah aset bangsa untuk masa kini dan masa depan” Tutupnya. (*/Red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.