Beberapa Perusahaan Yang Dinaungi PT. Wabin Jayatama Anak Perusahaan Dari PT. Japfa Comfeed Indonesia.Tbk, Diduga Tidak Memiliki Izin Pengelolaan Limbah B3.

  • Share

SUARAGMBI.CO.ID | Serang – Beberapa perusahaan yang berada di Gunung Kupak, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang, menjadi sorotan aktivis Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Wilayah Teritorial Provinsi Banten.

Foto LSM GMBI Saat Ber audensi Dengan DLHK Kabupaten Serang dan DPMPTSP Kabupaten Serang.

Pasalnya, Perusahaan yang dinaungi oleh perusahaan kebun karet terbesar di Provinsi Banten (PT. Wabin Jayatama) yakni diantaranya (PT. Ciomas Adisatwa) yang bergerak di bidang peternakan ayam boiler dan (PT. Santosa Agrindo) yang bergerak dalam bidang Rumah Potong Hewan (RPH) diduga tidak memiliki izin pengelolaan limbah B3.

Baca juga : GMBI Sulsel Hadiri Undangan Sertijab Pangdam XIV/Hasanuddin, Ini Kata Ketua Sadikin Dan Panglima Ta

Diketahui, Limbah yang di hasilkan oleh beberapa perusahaan tersebut diduga berdampak dan mencemari lingkungan disekitar.

Foto Dokumentasi Setelah Audensi LSM GMBI Pada Tahun 2021

Sebelumnya, LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia telah melaporkan kasus ini terhadap Pemerintah Kabupaten Serang, terkait dengan dugaan pelanggaran yang telah dilakukan oleh PT. Ciomas Adisatwa dan PT. Santosa Agrindo, Namun sampai dengan saat ini belum ada tindaklanjut dari Pemerintah Kabupaten Serang.

Baca juga : LSM GMBI Mempertanyakan KLH Terkait Permasalahan Pengelolaan Limbah PT. ICHII

Ketua LSM GMBI Wilayah Teriorial Provinsi Banten, Andi Nakrawi, menjelaskan pihaknya sempat melakukan audensi di Pemerintahan Kabupaten Serang yang di hadiri oleh pihak DPMPTSP Kabupaten Serang dan DLHK Kabupaten Serang (23/11/2021).

“Kita meminta untuk menyesuaikan legalitas data yang di miliki oleh perusahaan tersebut dengan fakta dilapangan, terkait dengan titik kordinat perusahaan termasuk tempat pengelolaan limbah B3 dan Non B3, sesuai atau tidak”. Ucap andi

Foto Audensi Dengan PT. Wabin Jayatama, PT. Ciomas Adisatwa, PT. Santosa Agrindo, DLHK dan DPMPTSP Kabupaten Serang

Karena luas lahan yang dikelola oleh PT. Wabin Jayatama di area Gunung Kupak mencapai 500 Ha, Jadi kemungkinan besar dugaan manipulasi itu akan terjadi mengingat lahan yang dikelola PT. Wabin Jayatama begitu luas. Pungkasnya

Baca juga : Galian Tanah Merah Di Kaduagung Tengah Memakan Korban Jiwa, “King Naga” Kecam Pemilik Galian Tanah Merah, Diduga Tidak Memiliki Izin.

Di tempat terpisah, Rizky selaku bendahara LSM GMBI Wilayah Teritorial Provinsi Banten, menyampaikan kekecewaan nya terhadap pihak DLHK dan DPMPTSP Kabupaten Serang, karna saat pertemuannya dengan pihak perusahaan yang berada di Gunung Kupak (24/12/2021), tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Keterlambatan hadirnya pihak DPMPTSP Kabupaten Serang, diduga sudah direncanakan oleh pihak perusahaan, agar tidak terjadi sidak ke lapangan untuk memastikan kebenarannya. Ucap rizky

Lanjut Rizky, Selain itu pihak perusahaan yang berdalih telah melengkapi legalitas izin pengelolaan limbah B3 dan Non B3, tidak dapat menunjukan kebenarannya.

Kami berharap Pemerintah Kabupaten Serang dan intansi lainnya dalam hal ini dapat melakukan tindakan tegas terhadap perusahaan yang telah melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku. Pungkasnya

Berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja, Pasal 103 dijelaskan “Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (Satu) tahun dan paling lama 3 (Tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (Satu Milyar Rupiah) dan paling banyak Rp. 3.000.000.000,00 (Tiga Milyar Rupiah).

(Red/Cahyo)

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *