Tersangka Pemerkosaan di Gowa Ternyata Anak Pejabat dan Calon Legislator DPRD

  • Share
Caption: Foto kolase kasus rudapaksa di Gowa (sumber; Serambinews)
SUARAGMBI | Gowa, Sulawesi Selatan, 6 Maret 2024 – Sosok yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus rudapaksa di Gowa, Sulawesi Selatan, mengundang sorotan publik setelah terungkap bahwa dia adalah anak dari seorang pejabat di lingkup Pemerintah Daerah Gowa.
UC, yang sebelumnya dikenal sebagai MYHS (24), diduga melakukan tindakan keji terhadap mantan pacarnya di dalam mobil dinas atau plat merah di pinggir Jalan Mangka Dg Bombong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, pada Sabtu (2/3/2024) sekitar pukul 05.00 Wita.
Selain itu, terungkap bahwa UC sudah menikah dan memiliki anak. Lebih lanjut, UC ternyata juga mencalonkan diri sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dapil 1 Somba Opu melalui Partai Perindo.

Baca juga: Pemerintah Kota Makassar Dorong Otoritas Tol Percantik Ruas Jalan Menyokong Brand Kota

Meskipun dalam Real Count Komisi Pemilihan Umum (KPU) per Senin (4/3/2024) suara UC alias MYHS yang berada di nomor urut 2 memperoleh suara tertinggi di dapilnya, yaitu 437 suara, namun ia dipastikan gagal duduk di kursi DPRD.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Gowa, Makmur Daeng Mangung, mengonfirmasi bahwa MYHS maju sebagai calon legislatif di dapil 1 Somba Opu Gowa. Namun, dia menegaskan bahwa MYHS bukan pengurus di Partai Perindo Gowa dan hanya masuk sebagai caleg.

Baca juga: Tragis !! Gadis Dirudapaksa di Atas Mobil oleh Tiga Pria di Kabupaten Gowa: Salah Satunya Anak Pejabat

“MYHS bukan pengurus, dia masuk karena caleg saja, baru masuk. Kalau dia masuk anggota maka akan diberi sanksi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) partai,” ujar Makmur Daeng Mangung.
Berita ini menjadi perhatian karena menyoroti peristiwa yang melibatkan seorang anak pejabat yang juga memiliki keterlibatan politik dalam proses pemilihan legislatif.
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *