Pemkot Makassar Dapat Apresiasi atas Inisiatif Lorong Wisata dan Kolam Regulasi Nipa-Nipa dalam Memitigasi Bencana

  • Share
SUARA GMBI | Makassar, 8 Maret 2024 – Narasumber dan peserta pelatihan tematik Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) yang diselenggarakan oleh United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) mengapresiasi inisiatif Lorong Wisata dan Kolam Regulasi Nipa-Nipa yang digagas oleh Pemerintah Kota Makassar sebagai bentuk mitigasi bencana untuk mewujudkan kota yang tangguh.
Pascaline Gaborit, perwakilan dari Pilot4Dev, mitra proyek CRIC di Makassar, Kamis, menyampaikan apresiasinya terhadap konsep Lorong Wisata, yang merupakan program inisiatif Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
“Dua program yang dijalankan, lorong wisata dan kolam regulasi merupakan respons pemerintah kota dalam melakukan berbagai upaya untuk memitigasi dari bencana,” ujarnya.

Baca juga: Kepemimpinan Wali Kota Danny Pomanto di Kota Makassar Terbukti Membawa Lima Prestasi dalam Bidang Kebersihan dan Lingkungan 

Pascaline mengatakan kunjungannya bersama peserta menambah wawasannya akan konsep daya tahan.
“Produksi silang begitu menginspirasi, kami berharap dapat memiliki organisasi serupa seperti komunitas yang mandiri sebagai bentuk mitigasi bencana,” katanya.
Salah satu Lorong Wisata yang menjadi fokus kunjungan adalah Dewi Sari Zurich di Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea pada Kamis, 7 Maret 2024. Para peserta disambut dengan hangat oleh Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar, Dr. Alamsyah Sahabuddin, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Makassar, Ismawaty Nur, Camat Tamalanrea beserta stafnya, serta warga sekitar.

Baca juga: Pemkot Makassar Dorong Warga Mengadopsi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

“Selamat datang di Lorong Wisata, ini merupakan salah satu langkah Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan Makassar yang baik untuk semua, dengan membangun ketahanan terhadap berbagai bencana,” ujar Plt Kepala DKP, Alamsyah.
Para peserta diajak berkeliling di Lorong Wisata untuk melihat berbagai komoditas pangan dari Kelompok Wanita Tani, hasil budi daya pangan, Shelter Warga, produk UMKM, Bank Sampah, dan keunggulan lainnya yang tersedia di Lorong Wisata.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Makassar untuk menciptakan kota yang tangguh dan inklusif bagi seluruh warganya. Pujian dan apresiasi dari para peserta CRIC mengukuhkan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam membangun kota yang berdaya tahan terhadap berbagai tantangan, termasuk bencana alam..
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *