Menyikapi Issu MLB PKB, Abdullah Gazam Ketua DPW PKB Papua Barat Angkat Bicara

  • Share

BN Online, Papua Barat–Menyikapi issu Muktamar Luar Biasa (MLB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akhir-akhir ini terus disuarakan oleh mantan ketua DPC PKB Raja Ampat, ditanggapi serius oleh ketua DPW PKB Papua Barat.
Dia Sarudin mantan ketua DPC PKB Raja Ampat itu mestinya merasa malu karena selama memimpin PKB Raja Ampat tidak ada hasilnya sama sekali, baik dari sisi kursi di legislatif maupun dari sisi penataan struktur partai sampai ke tingkat bawah, lalu apa yang mau dia banggakan dari kepemimpinannya. Ungkap Gazam Ketua DPW PKB Papua Barat.
Lanjut Gazam, harusnya dia malu dan tahu diri lah, siapa dia sebenarnya, orang yang dulu bukan apa-apa yang kemudian saya pungut masuk mendapatkan posisi strategis di partai sekarang malah bertingkah, tidak punya rasa berterima kasih. Intinya semakin dia bernyanyi semakin menunjukkan kebodohannya ke publik karena orang di Raja Ampat sana juga tahu siapa dia sebenarnya. Omong kosong saja dia itu, kesal Ketua DPW.
Seringkali dia bicara soal melanggar aturan partai AD/ART, karena dia sendiri memang tidak paham tentang mekanisme baru di tubuh partai padahal ketua partai. Lah bagaimana dia mau mengerti pada saat sosialisasi peraturan baru hasil Muktamar Bali 2019 sering tidak menghargai forum-forum yang disediakan oleh DPW PKB Papua Barat, kalaupun datang selalu terlambat.
Terkadang harus kita jelaskan berulang-ulang tapi masih saja ngeyel karena memang karakter aslinya memang begitu. Sesal Anggota DPR Papua Barat itu.
Bagi saya sederhana saja, adakah prestasinya selama dia memimpin DPC. Kalau ada silahkan tunjukan.
Kader gagal aja kok belaga, sok-sok bikin diri hebat. ngotot masih mau tetap jadi ketua DPC boleh-boleh saja tapi apa prestasi dan harapan yang bisa dia tunjukkan. Tanya Gazam dngan nada kesal.
Toh dari beberapa ketua-ketua DPC PKB di Papua Barat yang dievaluasi untuk diganti sebagaimana amanah Peraturan Partai Nomor 1 tahun 2019 hasil Muktamar Bali 2019 lalu semuanya tertib dan menerima keputusan DPP PKB tersebut, hanya satu-satunya yang ngotot ya hanya dia doang, itupun setiap pernyataan yang di lontarkan ke media tidak didukung penuh oleh mayoritas pengurus DPC PKB maupun DPAC PKB di Kabupaten Raja Ampat. Tutup Gazam.(Jon)
 
 
 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.