Sukseskan Program Konservasi Mangrove, BPDASHL Jeneberang-Saddang Gelar Rapat Penguatan KKMD/FPM Prov Sulsel

  • Share
Caption Foto serah terima Peta Mangrove Nasional oleh KLHK, BPDASHL Jeneberang-Saddang kepada Pemerintah Prov Sulawesi Selatan diwakili Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Sulsel. (Doc by Rahma)

SUARA GMBI.CO.ID | Makassar – Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Jeneberang Saddang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan rapat penguatan Kelompok Kerja Mangrove Daerah/Forum Peduli Mangrove (KKMD/FPM) Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2022 bertempat di hotel Teras Kita, Jl Pettarani No 88, Kota Makassar pada Kamis, (22/9/2022).

Caption: Foto Kepala Seksi Evaluasi DAS BPDASHL Jen-Sad saat sedang memberikan laporan pelaksanaan kegiatan (Doc by Rahma)

Giat diawali laporan kegiatan rapat penguatan KKMD/FPM Provinsi Sulawesi Selatan dibacakan oleh Kepala Seksi Evaluasi DAS, Abdul Azis S.Hut, MSc, kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Kepala BPDASHL Jeneberang-Saddang M. Tahir, S.P. M.Si, disusul kata sambutan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel dan sesi terakhir pemaparan materi oleh beberapa nara sumber diantaranya Direktur RPDM Ditjen PDASRH KLHK, Akademisi dari Universitas Hasanuddin, Kepala Dinas LHK Prov Sulsel, serta para pakar/pemerhati lingkungan hidup.

Baca Juga: Kunjungan Kerja BPDASHL Jeneberang-Saddang Bersama Dinas Kehutanan Prov Sulsel Di Pinrang

Dalam sambutan, M.Tahir menyampaikan bahwa pembentukan KKMD/FPM merupakan salah satu tupoksi BPDASHL Jeneberang Saddang, untuk itu pihaknya saat ini sedang giat-giatnya melaksanakan kegiatan konservasi mangrove di Sulawesi Selatan.

“Dibulan Agustus lalu kita sudah launcing penanaman mangrove di Maros yang dihadiri Menko Maritim, salah satu arahan dari Menko Maritim untuk Sulsel sampai tahun 2024 harus menanam mangrove sebanyak dua juta batang,” ucap M Tahir.

Caption: Foto para peserta rapat dari berbagai unsur yang sedang serius menyimak berbagai pemaparan dari narasumber yang diundang.

Tahir juga menyampaikan untuk tahun ini (2022) sesuai permintaan Gubernur Sulsel, pihaknya harus menyiapkan lima ratus ribu batang mangrove untuk ditanam di sepanjang pesisir pantai Sulawesi Selatan untuk itu Kepala Balai berharap peran serta dari semua stakeholder yang ada demi pencapaian target.

Baca Juga: Aksi Nyata KLHK, Melalui BPDASHL Jeneberang Saddang Ajak Generasi Millenial Di Sulsel Peduli Konservasi Mangrove

“Saya sampaikan bahwa itulah pentingnya kita membentuk KKMD/FPM ini, karena kalau hanya BPDASHL sendiri yang turun kelapangan saya yakin dan percaya target yang ingin dicapai sampai tahun 2024 rasanya akan sulit terealisasi,” lanjut Kepala Balai.

“Perlu kami sampaikan sampai saat ini BPDASHL Jeneberang Saddang telah melaksanakan penanaman mangrove diberbagai daerah di Sulsel dan semuanya berhasil. Di Wajo, Pangkep, Maros dan berbagai daerah lain silahkan teman-teman lihat sendiri,” ulas M Tahir.

Baca Juga: Semangat Mengisi Kemerdekaan Dan Beramal Ditengah Keterbatasan Fisik

Pada kesempatan ini pula Kepala BPDASHL Jeneberang Saddang menyerahkan Peta Mangrove Nasional kepada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan.

Caption: foto para narasumber secara bergantian memaparkan berbagai materi terkait konservasi mangrove di Sulsel (foto by Rahma)

Sementara Kepala Dinas Kehutanan provinsi Sulawesi Selatan Andi Parenrengi menyampaikan, terkait penanaman mangrove di Sulsel, Gubernur telah menginstruksikan langsung kepada kepala dinas Kehutanan agar melakukan penanaman mangrove minimal lima ratus ribu pohon.

“Jadi ini nantinya kita akan libatkan pihak sekolah, anak-anak SMA kita tentukan dimana lokasinya, berapa pohon yang harus ditanam nanti,”. Imbuh Parenrengi.

Mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Parenrengi juga menyampaikan rasa penghargaan dan terimakasih kepada BPDASHL Jeneberang Saddang yang selama ini telah berkomitmen melestarikan dan menjaga ekosistem mangrove di Sulsel.

Sementara dalam sesi diskusi, didaulat sebagai narasumber adalah ketua MKTI yang juga seorang akademisi Fakultas Kehutanan Unhas, Prof.Dr. Sampe Paembonan.

Caption: Foto Kadis Kehutanan Prov Sulsel saat sedang memberikan sambutan (doc by Rahma)

Dalam pemaparannya, Paembonan mengupas pentingnya pelestarian ekosistem mangrove untuk kehidupan.

“Fungsi dan peran ekosistem mangrove dalam pembangunan melalui fungsi ekonomi dan ekologis, seperti sebagai penghasil kayu, bahan penyamak kulit, penghasil buah, dan bahan kosmetik” ulas Pak Prof sapaan akrabnya kepada seluruh perserta rapat.

Caption: Foto salah satu lembaran materi rapat yang ditampilkan lewat visual kepada peaerta rapat. (Doc by Rahma)

Sang profesor juga menyimpulkan tiga kunci sukses dalam pelestarian ekosistem mangrove yakni:
1. Pelaksanaan tekhnis dari pelestarian mangrove akan berhasil apabila ditunjuk satu tim kerja yang khusus menangani mangrove dan tidak dibebani tugas lain.
2. Perlunya melibatkan masyarakat adat, ormas/LSM yang selama ini bergerak dalam pelestarian mangrove
3. Tim pelaksana tekhnis perlu didukung dengan anggaran yang memadai baik dari APBN, APBD dan sumber-sumber lain.

Disesi akhir acara sekaligus penutup kegiatan ini adalah pemilihan kembali para pengurus baru Organisasi Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI).(*)

 

 

 

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.