Suaragmbi.co.id, Lebak – Santernya pemberitaan di sejumlah media online, terkait adanya dugaan kasus potongan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang terjadi di salah satu SMAN di Kabupaten Lebak-Banten, mendapat perhatian khusus dari berbagai kalangan, salah satunya Timsus LSM GMBI Wilter Banten yakni King Naga, Jum’at (24/05/2024).
King Naga adalah sosok aktivis yang aktif melakukan pengendalian, pada setiap lini pemerintahan di wilayah teritorial Provinsi Banten. Bahkan ia rela mati saat berjuang membela hak-hak masyarakat yang terzalimi.
Baca juga : Melihat Secara Langsung Proses Pembuatan Gula Aren di Desa Cijengkol
Diketahui, King Naga sebagai salah satu aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM-GMBI), dirinya juga menjabat sebagai Timsus LSM GMBI Wilter Banten.
Saat di pinta tanggapan terkait dugaan kasus tersebut, dirinya mengaku greget, dan sangat menyayangkan. Jika benar hal ini terjadi maka dirinya akan melaporkan pihak sekolah terkait, ke Kejari Lebak.
Baca juga : Tim Tabur Kejaksaan Amankan Buronan Kasus Pengangkutan BBM Ilegal
Setelah mendengar informasi dari beberapa awak media yang telah melakukan konfirmasi dengan Narasumber yang salah satunya siswa SMAN tersebut, King Nanga menduga ini adalah tindak pidana yang harus di tindaklanjuti.
“Kalau memang ini benar yang disampaikan korban kepada awak media, tentu saya menduga hal ini merupakan tindak pidana, dan sudah sepantasnya dugaan ini kita dorong ke APH,” ujar Naga.
Baca juga : Danny Pomanto Resmi Serahkan Formulir Pendaftaran Bakal Calon Gubernur Sulsel ke Lima Partai Politik
“Ini jelas merugikan, apalagi menurut informasi potongannya hingga ratusan ribu, ini keterlaluan. Coba kalau kita hitung, dari ratusan siswa yang di potong, ini fantastis bisa sampai puluhan juta,” ucap Naga dengan raut kesal.
Lanjut Naga, “Gini aja, pokoknya nanti hari Senin saya akan merapat ke Kejari Lebak, untuk membuat laporan pengaduan terkait dugaan kasus ini,” pungkas Naga.