Caption: Gambar poster penggalangan dana bagi anak yatim piatu yang menjadi korban kekerasan di Takalar Sulsel.
SUARA GMBI |TAKALAR– Kasus kekerasan terhadap anak yang melibatkan oknum pelajar kembali terjadi, kali ini korbannya adalah pelajar sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Takalar.
Korban Vertigo Sanjaya merupakan pelajar kelas X yang masih berusia 16 tahun diduga menjadi korban tindak kekerasan terhadap anak dibawah umur dengan menggunakan benda tumpul hingga tak sadarkan diri.
Saat ini korban yang diketahui merupakan anak yatim piatu ini dikabarkan masih koma akibat pendarahan hebat dibagian otak belakang sehingga masih terus dilakukan perawatan intensif di ruang ICU RSUP Dr. Wahidin Sudiro Husodo Makassar.
Menurut salah seorang kerabat korban, kronologi kejadian bermula saat korban dijemput oleh dua orang dan dibawa menuju kesuatu lokasi yang tidak jauh dari SMKN 2 Takalar dan ditempat itulah insiden penganiayaan terjadi.
“Dia lagi main game dirumah temannya, datang dua orang yang jemput diantar ke SMKN 2 Takalar sampai disitu saya punya adek duduk, dari belakang ini pelaku dia pukul pakai double stick, setelah dia pukul langsung pingsan jadi tidak terjadi pertengkaran disitu karena adek saya langsung pingsan,” ujar kerabat korban.
Kerabat korban juga memberikan klarifikasi terkait rekaman video yang beredar di media jejaring sosial dimana dalam video tersebut terlihat adanya perkelahian yang melibatkan dua oknum pelajar, namun dari dua orang yang terlibat perkelahian tersebut bukanlah korban yang saat ini tengah terbaring di ICU RSUP Dr.Wahidin Sudirohusodo.
“Ini kejadian adek saya dipukul, waktunya berselang sehari setelah peristiwa perkelahian diatas tribun yang viral itu, memang adik saya (korban) waktu itu ada dilokasi tapi saya mau klarifikasi kalau adik saya tidak terlibat dalam perkelahian,” ucapnya melalui sambungan telepon pada Senin (23/1/2023) malam.
“Jangan sampai masyarakat yang melihat video yang viral itu beranggapan bahwa adik saya yang terlibat perkelahian itu, itu bukan adik saya kasian, adik saya hanya berdiri disana bersama teman-temannya yang lain dan tidak terlibat dalam perkelahian itu,” ungkapnya.
“Kejadiannya tanggal 18 kemarin dan telah dilaporkan ke pihak kepolisian Polres Takalar,” ujar kerabat yang mengaku sepupu korban melalui sambungan telepon.
Diketahui saat ini korban Vertigo Sanjaya masih terus mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Namun keterbatasan biaya perawatan selama di rumah sakit membuat pihak keluarga menjadi bingung mengingat pihak BPJS Kesehatan dikabarkan tidak dapat mengcover pasien yang merupakan korban tindak kriminal.
Untuk itulah pihak keluarga melalui Tarangati Education meminta bantuan dan kepedulian dari semua pihak agar bisa membantu meringankan beban korban yang merupakan anak yatim piatu yang saat ini 5 hari masih tak sadarkan diri di ruang ICU.